Sejarah Terbentuknya ISI

Ikatan Sekretaris Indonesia disingkat ISI, adalah suatu organisasi profesi kesekretarisan yang didirikan pada tanggal 7 Juli 1972, yang dikukuhkan dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta tertanggal 8 Juli 1975.

Atas prakarsa "Airlines Secretaries Club", suatu perkumpulan khusus bagi para sekretaris perusahaan penerbangan yang dipimpin oleh Polly Parengkuan, para sekretaris dari berbagai perusahaan di Jakarta diundang untuk turut membentuk suatu organisasi sekretaris yang selanjutnya disebut "Jakarta Secretaries Club.

Dengan terbentuknya suatu organisasi sekretaris se-Asia yaitu "Association of Secretaries in Asia" atau ASA pada bulan Februari 1974 di Manila dan untuk menjadi anggota organisasi tersebut, maka status perkumpulan "Jakarta Secretaries Club" perlu diubah menjadi suatu organisasi profesi. Untuk mencapai tujuan tersebut, segera dilakukan persiapan administratif dengan akte notaris no. 22 tertanggal 13 Juni 1974. Jakarta Secretaries Club mengalami penjelmaan baru menjadi Ikatan Sekretaris Indonesia

Dear valued members, first of all i would say happy new year 2013, may this year brings a lots of success and blessing.In this opening years we have already had website, where this web will be the source of informations from another ISI branches all over Indonesia, and of course there won't be any borderless country among us. Please use these website as news releases for all of us.

Thank you and warmest regards.
Yenna

Message from ISI Founding President

I am pleased to learn that ISI has chosen the theme "The Art of Leadership Skills for Administrative Professionals" for the 18-th ASA Congress to be held in Jakarta November 3 - 7, 2007. I am also grateful and thank the speakers for sharing their knowledge and experience with the audience and i hope members from the ASA chapters attending the congress will benefit from the sessions prepared by the Organizing Committee.

As globalization means stiff competition, I am sure member friends of ASA, including ISI, are all preparing for the challenges it brings into their respective careers. To face it, the Administrative Professional has to make every effort and endeavor to improve competence by learning to gain more knowledge, new skills and to enhance productivity. Since you become more confident in what you do, you will stretch yourself to keep progressing and take on more responsibilities.

You will then discover that you have developed to possess the qualities to become leader. I am sure you are already practicing to be a good listener and be observant of local and global happenings because you need to keep yourself abreast of the latest developments and changes. You will pick up much and social conditions, technology, environment, politics, etc., and so you become a reliable source of information. Maintain good contact and your communication through networking with all levels within and outside work and with ISI and ASA. You will benefit and so will others if as a successful leader you serve, help others by sharing your knowledge, are sincere, wise, honest and fair and keep a low profile!

I wish ISI all the best in their endeavors and undertakings to make the 18-th ASA Congress a real success for all.

Polly Parengkuan
ISI Founding President

Prof. DR. Meutia Farida Hatta Swasono

Secretaries and Administrative Professionals in the Global Business Environment

Meutia Farida Hatta Swasono is a professor of anthropology at University of Indonesia and also a guest lecture in other university. She was a deputy for cultural reservation and development at the ministry for culture and tourism. (Dec 2003 - Oct 2004) before becoming a member of the cabinet of president Bambang Yudhoyono as the minister for women empowerment (Oct. 2004).

Meutia Hatta is known for her articles for the anthropological approach on health, especially on maternal and infant health. Her writing have been published in many journals. She also involves in scientific research on cultural differences throughout Indonesia, particularly on the cultural aspect of health behavior of many communities.

She also writes many articles on the development of national cultural and national integration. She has been invited to speak in scientific forums and workshop, nationally and internationally, to share her knowledge and experiences.

During her leadership as minister for women empowerment of republic of Indonesia, a prominent law to protect women migrant workers, Law No 21/2007 on Anti Trafficking in Person, has been enacted.

When time permits, she likes to do photography and has done some publications on her photographs. She also likes to develop social contacts with people around Indonesia to learn about their culture.

On behalf of all the members and staff of the International Associations of Administrative Professionals (IAAP), we sent greetings participants at the 18-th Congress of the Association of Secretaries and Administrative Professionals in Jakarta, Indonesia.

The Congress Theme, "The Art of Leadership Skills for Administrative Professional" is timely and pertinent to the advancing role of administrative staff in today's workplace.

Administrative professionals hold a broader range of responsibilities today than ever before. While secretaries and administrative assistants have always coordinated information and communication in the office, today's assistant often serves at a much higher level. Management relies on administrative professional to organize the office, contribute on project teams, and solve problems. To be successful, the job demands top-notch interpersonal communication skills, a mastery of the latest office software, and advanced knowledge of key business functions.

Here are just a few of the leadership roles handled by many of today's administrative professionals:

  • Coordinate communications
  • Manage projects
  • Identify and solve problems
  • Work as partner and team player
  • Leads the improvement process
  • Self-starter
  • Is a contributing part of the management team

Recent surveys show that most managers and supervisors realize that administrative professionals are valuable contributors to the success of any business or organization, and are well positioned to take on more advanced roles in the future.

By attending educational and networking events such as this 18-th ASA Congress, each of you is doing his or her part to prepare to take a leadership role for your employer, your associations, and your career.

Visi

Menempatkan ISI serta menjadikannya sebagai wadah organisasi profesi sekretaris dan administratif profesional yang handal baik secara nasional maupun internasional.

Misi

Menjalin serta memupuk terus kerjasama yang baik dengan pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan serta organisasi profesi yang sejenis baik di dalam maupun di luar negeri. Mengutamakan keterbukaan, kerukunan, persaudaraan, kejujuran dan kepercayaan, serta bertanggung jawab antar tim yang baik berlandaskan AD/ART sehingga tercapainya visi utama organisasi.

Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan ISI adalah untuk lebih meningkatkan profesionalisme kesekretarisan melalui pendidikan lanjutan, sehingga dapat berpartisipasi dalam pembangunan negara dengan memberikan jasa-jasa yang bermutu dalam arti yang seluas-luasnya. Memberikan Informasi kepada lembaga atau sekolah kesekretarisan dan masyarakat umumnya mengenai perkembangan dan masalah yang berhubungan dengan profesi kesekretarisan.

Struktur Organisasi

Bagan Struktur Organisasi ISI (2011-2014)

Code Ethics

Mukadimah

Mengingat bahwa profesi sekretaris adalah suatu jabatan yang mengutamakan kejujuran, kepercayaan, keluhuran budi dan keahlian, maka IKATAN SEKRETARIS INDONESIA (ISI) menetapkan suatu kode etik bagi anggotanya untuk dapat mempertinggi pengabdiannya kepada lingkungannya, masyarakat, dan Negara Republic Indonesia yang berdasarkan PANCASILA.

Ketentuan Dasar

Dengan menjunjung tinggi profesi sekretaris dan menghormati Kode Etik ISI sebagai dasar untuk melaksanakan tugas pengabdiannya kepada lingkungan, masyarakat dan negara, maka setiap anggota ISI:

  1. Menjunjung tinggi kehormatan, kemuliaan, dan nama baik profesi sekretaris.
    • Anggota ISI akan berusaha keras untuk menjaga wibawa dan status serta menunjukkan kemampuannya dengan berpegang pada pedoman-pedoman dasar profesi dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
    • Anggota ISI wajib untuk saling mengingatkan akan tingkah laku yang beretika.
    • Anggota ISI tidak mengadakan kegiatan-kegiatan yang langsung atau tidak langsung merugikan ISI.

  2. Bertindak jujur dan sopan dalam setiap tingkah lakunya, baik dalam melaksanakan tugasnya maupun melayani lingkungannya da masyarakat.
    • Anggota ISI tidak ikut serta dalam sesuatu usaha atau praktek keprofesian yang ia ketahui bersifat curang atau tidak jujur.
    • Anggota ISI selalu bertindak demi kepentingan pemberi tugas dengan setia dan jujur.
    • Anggota ISI tidak bekerja sama dengan rekan-rekan atau pemberi tugas yang menyalahgunakan kedudukan mereka untuk kepentingan pribadi.

  3. Menjaga kerahasiaan segala informasi yang didapatnya dalam melaksanakan tugas dan tidak mempergunakan kerahasiaan informasi itu demi kepentingan pribadi.
    • Anggota ISI bertindak sebagai seorang yang dapat dipercaya dalam hubungan profesional, melaksakan tanggung jawabnya dengan cara yang paling kompeten dan menerapkan pengetahuan dan ketrampilannya untuk memajukan kepentingan pemberi tugas (kerja).
    • Anggota ISI tidak menggunakan dengan cara apapun kerahasiaan informasi yang didapatnya yang dapat menimbulkan pertentangan bagi perusahaan dimana ia bekerja atau ditempat kerja yang telah ditinggalkannya.

  4. Meningkatkan mutu profesi melalui pendidikan atau melalui kerjasama dengan rekan-rekan seprofesi, baik pada tingkat nasional maupun internasional.
    • Tukar-menukar pengetahuan dalam bidang keahliannya pada tingkat nasional maupun internasional secara wajar dengan rekan-rekan ISI dan kelompok profesi lain, serta meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap profesi sekretaris.
    • Anggota ISI memberikan nasihat dorongan dan bimbingan kepada sesama anggota jika diminta. Kalau permasalahannya berada dalam pengetahuan dan pengalamannya.
    • Menyelenggarakan atau mengikuti seminar, panel diskusi, dan ceramah dengan rekan-rekan seprofesi secara bebas, mengenai masalah-masalah yang bertalian dengan praktek kesekretariatan.

  5. Menghormati dan menghargai reputasi rekan seprofesi baik di dalam maupun di luar negeri.
    • Anggota ISI memberikan bantuan dalam praktek kesekretarisan kepada sesama rekan, baik di dalam maupun di luar negeri jika diminta.
    • Anggota ISI tidak berbuat sesuatu dengan sengaja atau tidak sengaja yang merugikan nama baik rekan ISI maupun rekan seprofesi di luar negeri.

Hubungan Internasional

Pada tahun 1974 Ikatan Sekretaris Indonesia menjadi anggota ketiga Association of Secretaries in Asia (ASA), suatu organisasi se-Asia yang beranggotakan 15 negara, yaitu Philipina, Thailand, Indonesia, Hongkong, Singapore, India, Malaysia, Republic of China, Pakistam, Jepang, Sri Langka, Brunei, New Zealand, Bangladesh, dan Papua New Guinea. Setiap dua tahun sekali diselenggarakan Kongres ASA dan Indonesia menjadi tuan rumah dua kali, pertama pada Kongres ASA ke-4 di Jakarta tahun 1980 dan pada Kongres ASA ke-18 di Jakarta tahun 2007.

Pada tahun 1984, Ikatan Sekretaris Indonesia juga mempunyai hubungan baik dengan Asosiasi Kesekretarisan di Australia yaitu Institute of Professional Secretaries Australia (IPSA), dan di Eropa, European Association of Personal Secretaries (EAPS).

Ikatan Sekretaris Indonesia merupakan afiliasi dari Profesional Secretaries International (PSI) yang sejak 1998 telah berganti nama menjadi The International Association of Administrative Professional (IAAP) dan berpusat di Kansas City, USA dan merupakan anggota ketiga dari Association of Secretaries and Administrative Profesional in Asia Pacific (ASA) yang secara berkesinambungan menjadi hubungan baik antara para anggota ASA.

ISI juga secara aktif selalu menghadiri ASA Congress yang diadakan bergantian di Negara para anggota ASA.

Daftar ASA Congress yang diikuti oleh ISI:
Tahun Negara
1974 Philippines
1976 Thailand
1978 Singapore
1980 Indonesia
1982 Hongkong
1984 India
1986 Malaysia
1988 Republic of China (Taiwan)
1990 Pakistan
1992 Japan
1994 Philippines
1997 Brunei Darussalam
1998 Thailand
2000 Sri Lanka
2002 Brunei Darussalam
2004 Singapore
2006 India
2007 Indonesia
2008 Malaysia
2010 Taiwan
2012 Bangladesh